Komisi III DPRD Kukar Panggil Pihak Terkait, Soal Gundukan Batu Bara Tabrak Jembatan Ing Martadipura
(Pertemuan Komisi III DPRD Kukar diruang Komisi I Senin 7 Juni 2021)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
TENGGARONG-
Komisi III DPRD Kukar meminta KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas
Pelabuhan), untuk meningkatkan pengawasan dalam pengangkutan batubara, sebab
selama ini gundukan angkut batubara sering kali menabrak Jembatan Ing Martadipura
Kota Bangun.
Ketua
Komisi III DPRD Kukar Andi Faisal mengatakan, kondisinya serba salah, karena
memang di daerah alur lewat dari bawah Jembatan Mahakam ini tidak ada wajib
pandunya.
"Saat
ini mereka KSOP mau ngerubah, mereka akan bersurat ke pusat supaya ada pandu
asisnya di jembatan tersebut serta DLKr dan DLKp-nya" kata Andi Faisal kepada
media, usai memimpin Rapat Dengar Pendapat yang dihadiri dinas terkait, KSOP
Samarinda, diruang Komisi I , Senin (7/6/2021) lalu.s
Pada
Jum'at lalu KSOP, Pelindo, dan beberapa stake holder akan memanggil semua
perusahaan yang melewati Jembatan Martadipura agar memangkas tumpukkan batu
bara pada saat air pasang, sehingga batu bara tersebut tidak menabrak jembatan.
"Kami
pun sama akan memanggil pelabuhan dan agen pelayaran yang menggunakan jasa
sungai mahakam, supaya merubah pola dalam pengangkutan batu bara itu, ketika
air pasang ya di pangkas lah tumpukan puncaknya itu" ucapnya .
Dikatakan
Andi Faisal hampir tiap tahun pemkab Kukar merehab jembatan yang ditabrak oleh
perusahaan yang tidak bertanggung jawab, tidak sedikit alokasi anggaran untuk
perawatan jembatan, anggaran tersebut tahun lalu sekitar Rp. 20 milliar.
Sementara
itu, perwakilan KSOP Slamet Isyadi menuturkan, pihaknya berkomitmen agar
kejadian tersebut tidak terulang kembali.
"Dengan
adanya kita di panggil DPRD Kukar, kita ada koordinasi drngan PUPR, Dishub,
sanbinstansi terkait, kita akan membenahi supaya jembatan itu aman" kata
Slamet Isyadi.(*riz/adv)